Misteri Jembatan Kali Gandong Magetan


Misteri Jembatan Kali Gandong Magetan -  Magetan adalah sebuah Kota kecil paling barat Jawa Timur, mungkin sebagian orang yang tinggal di bagian barat Gunung Lawu mendengar Magetan masih sunyi senyap alias durung weruh karena pada nyatanya masih dikaitkan dengan Madiun tahunya :D, tahu tidak kalo Magetan itu adalah Kota sendiri terpisah dari Madiun akan tetapi masih dalam lingkup kota madya.

Baca Juga: Danau di Magetan

Magetan sendiri memiliki 18 kecataman dan 223 kelurahan yang tersebar dari ujung barat sampai timur Kecamatan dan Kelurahan di Magetan (Baca) kalo ingin berwisata kebanyakan tempat wisata di Magetan adalah di kec.Plaosan, Poncol karena 2 daerah tersbut berada di kaki Gunung Lawu sehingga menyimpan wisata alam yang mempesona.

Disini kita akan sedikit bercerita tentang sebuah sungai yang terkenal angkernya di Magetan yaitu Kali Gandong yang berada di utara Alun Alun Magetan bisa dilihat kok dari Alun-Alun sangat jelas terpampang membahana, dari ketenaran kali gandong ini juga membawa hal yang tidak baik dimana kali gandong ini sering di jadikan orang yang strees memikirkan hidupnya yang rumit atau masalah apa yang menerjang hidupnya mengakiri hidupnya di kali gandong.


Kali gandong Magetan adalah sebuah kali yang membentang dari barat ke timur membelah sisi dalam Kota Magetan dimana penamaan kali gondang ini ada unsur mistisnya, pada zama dahulu kalaaaaa.....  Kyai Mageti melakukan tapa di wilayah magetan dahulu Magetan masih Hutan yang sepi sunyi asri adem ayem tentrem pertapaan kyai Mageti sekaarang di namakan Magetan. Pada suatu hari di sela tapanya Kyai Mageti mendengar gemuruh seperti suara hujan yang deres dari arah barat pertapaanya dan anehnya waktu itu adalah musim kemarau Kyai Mageti heran pasti ada orang sakti yang melakukan ini dan ternyata ada seorang yang mengiring air bah ke arah timur dan melewati pertapaan Kyai Mageti, yang membawa air bah tersebut adalah Djoko Sakondang.


Dalam mengiring air bah tersebut Djoko Sakondang ke arah timur dan tiba-tiba berhenti sebelum air bah tersebut melewati pertapaan Kyai Mageti, sontak Djoko Sakondang berhenti dan tidak bisa melihat kedepan karena melewati area pertapaan Kyai Mageti, karena penglihatan Djoko Sakondang rabun dia bingung mengarahkan arah air bah yang di bawa, dalam benak Djoko Sakondang berbicara ''Pasti ada orang sakti di sekitar sini' yang lagi bertapa' .

Karena Djoko Sakondang sadar akan ada orang sakti di wilayah tersebut langsung tidak ragu langsung mengucapkan salam ''Asslamulaikum Warohmatullohi Wabarohkatuh''  Setelah mengucapkan tisebanyak tiga kali langsung penglihatan Djoko Sakondang bertahap terang benderang. Dari proses penglihatan yang terang Djoko Sakondang melihat kedepan dan ada orang di hadapanya yang lagi bersemedi.

Karena melihat ada orang yang lagi bersemedi di depanya Djoko Sakondang dengan sopan santun membangunkan orang tersebut tak lain yang lagi bersemedi adalah Kyai Mageti. Karena semedi Kyai Mageti di bangunkan oleh Djoko Sakondang merekapun bercengkrama sebentar.


Kyai Mageti bertanya kepada Djoko Sakondang dari mana asal kisanak? Djoko Sakondang menjawab saya dari Desa Gonggang tepatnya dukuh Segalih. Djoko Sakondang memberitahukan bahwasanya perjalanan yang membawa air bah tersbut sebenarnya bertujuan untuk bertemu dengan Ayahnya yang ada di Madiun.

Dari pemberitahuan yang disampaikan oleh Djoko Sakondang Kyai Mageti termenung sebentar dan menyarankan Djoko Sakondang untuk menjauh dari sini yang artinya  tidak boleh melewati area semedi Kyai Mageti nanti kisanak tidak akan kuat melewati are semedi saya. Dari penuturan Kyai Mageti tersebut Djoko Sakondang membelokanya ari bah yang dibawah ke arah Utara dan timur akan perjalanan menuju Madiun kuat tanpa halangan.

Baca Juga: Gunung di Magetan

Karena peristiwa pertemuan antara Kyai Mageti dan Djoko Sakondang ini terjadilah petuah oleh Djoko Sakondang dengan bunyi ''Besuk Kalau Ada Ramainya Zaman, Kali ini Yang Saya Belokan Saya beri nama Lepen Gandong''  Semetara tempat bersemedi Kyai Mageti yaitu sebuah danau kemudian di namakan ''Danau Salam'' karena waktu penglihatan Djoko Sakondang kabur saat melewati tempat tapa Kyai Mageti.

Demikian misteri Kali gandong Magetan, semoga kisah ini bisa memberikan inspirasi buat kamu dan tahu sejarah mengenai Magetan khusunya Kali gandong.

0 komentar

Posting Komentar