Pompes Al-Fatah Pulangkan Santri Dari 16 Negara, Karena Pandemik Covid-19

Foto: @amilia_ay
Sebanyak 22.467 santri Pondok Pesantren Al-Fatah, di Desa Temboro Kecamatan Karas, Magetan, akan dipulangkan. Santri yang dipulangkan termasuk santri dari 16 negara.

Selain asal Indonesia, ada juga santri baik pria dan wanita dari 16 negara yang mondok di Ponpes Al Fatah. Di antaranya adalah Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Australia, Somalia, Kamboja, Brunei Darussalam, Papua Nugini, Timor Leste, Bangladesh, dan Suriname.

Pemulangan ribuan santri dari berbagai negara itu lebih awal seiring pandemi Corona. Biasanya para santri akan dipulangkan di saat bulan Ramadan.

"Berdasarkan kesepakatan bersama baik Ponpes serta Forkopimda Pemkab Magetan, diputuskan para santri untuk dipulangkan lebih awal dari biasanya yang 10 Ramadan," terang Bupati Magetan Suprawoto saat percons di Pendopo Senin (6/4/2020).

Pemulangan lebih awal ini, kata Suprawoto, seiring upaya Pemkab Magetan, dalam pencegahan wabah virus corona (covid-19). Pemkab Magetan memberikan waktu kepada pihak Ponpes untuk memulangkan santri secara bertahap sesuai prosedur.

"Diharapkan sebelum tanggal 1 Ramadan (24 April 2020) sudah selesai proses pemulangan. Yang jelas ini untuk membantu kelancaran dan juga untuk mengantisipasi serta sebagai upaya pencegahan covid 19. Kemarin malam sudah rapat di posko Gugus Tugas covid-19," kata Suprawoto.

Suprawoto melanjutkan dalam pemulangan ribuan santri ini, pihak ponpes siap mengikuti arahan pemerintah. Termasuk fasilitas armada dari Ponpes serta menjamin santri sampai rumah bertemu keluarganya.

"Ponpes memulangkan santri dengan armada dari pondok serta menjamin sampai rumah masing-masing bertemu keluarganya setelah hampir setahun mengikuti pendidikan di pondok," papar Suprawoto.

Suprawoto menambahkan semua santri yang dipulangkan wajib mengikuti tes kesehatan dan dibekali surat keterangan resmi. Santri yang hasil tesnya tidak sehat akan tetap berada di ponpes untuk perawatan dahulu hingga sehat.

"Teknisnya sebelum dipulangkan Dinkes Magetan akan memeriksa seluruh santri dan hasilnya akan diberikan ke pondok dan santri, serta catatan kelengkapan dokumen di daerah asal. Apabila ada yang sakit dirawat dulu, setelah sehat baru boleh pulang secara bertahap," ungkap Suprawoto.

"Jangan sampai satupun santri lepas tidak dapat catatan dari hasil pemeriksaan kesehatan, kalau tidak ingin bermasalah di daerah asal khususnya," imbuh Suprawoto.

Suprawoto juga meminta kepada Ponpes Al-Fatah Temboro untuk memastikan para orang tua menjemput santri atau anaknya di lokasi yang sudah ditentukan. Bupati juga berkordinasi dengan Pemda tempat asal santri untuk pendataan.

"Bagi yang tidak dapat dijangkau kendaraan darat, Karena banyak yang luar pulau bahkan luar negeri dipastikan dulu tiketnya. Kalau memang belum dapat agar tinggal dulu di pondok sampai dapat tiket. Nanti Pemkab dan aparat keamanan Magetan akan mendapatkan daftar nama dan rombongan kendaraan siapa saja tujuan kemana," jelasnya.

Kang Woto juga memberikan apresiasi untuk Ponpes Al-Fatah yang di bawah pimpinan KH Ubaidilah Abror (Gus Ubaid) yang telah bersinergi bersama pemerintah melawan Covid 19. Suprawoto juga bangga di Kabupaten Magetan terdapat sebuah desa yang dijuluki kampung Madinah atas keberadaan Ponpes Al-Fatah.

Sumber: Detik

No comments for "Pompes Al-Fatah Pulangkan Santri Dari 16 Negara, Karena Pandemik Covid-19"

Berlangganan via Email