Sendimentasi Telaga Sarangan Tergolong Cukup Parah

Telaga Sarangan saat kering  Tahun 2016
Sedimentasi telaga sarangan tergolong parah selama beberapa tahun terakhir sehingga fungsi telaga sebagai penmapung air tdk maksimal krn terjadi penurunan kapasitas tampungan.

Berdasarkan data ukur yang dicatat oleh dinas PURR Magetan saat ini tinggi permukaan air telaga sarangan hanya 24 meter. Padahal dua dekade sebelumnya tercatat telaga sarangan memiliki kedalaman 36 meter. Dengan demikian terjadi penurunan tinggi permukaan air telaga hingga 12 meter selama rentang waktu tersebut

Akibat sendimen tersebut daya tampung air telaga menjadi berkurang ujar kepala bidang SDA Dinas PURR Magetan Yuli Iswayudi, kepada awak media. Menurut dia , sendimentasi telaga sarangan yang terjdai selama ini berasal dari erosi tanah yang berasal dari pegunungan serta tumpukan sampah pengunjung, PKL, Dan rumah tangga yang mengendap di dasar telaga.

Kondisi itu bisa dilihat langsung saat air telaga sarangan surut seperti di musim kemarau sekarang. Banyak sampah yang menumpuk dipermukaan dan bibir telaga yang kering. Selain dari erosi tanah pegunungan, sendimentasi lebih banyak karena sampah.

Dinas PURR selama ini telah melakukan filterisasi air di Dam Ngluweng sebagai penanganan masalah sedimentasi di Telaga Sarangan. Hal itu bertujuan untuk meminimalkan sendiman dan membuat telaga  tidak semakin dangkal.

Meski sendimentasi atau pendakalan sudah parah, namun hingga kini pihaknya belum berani melakukan normalisasi telaga alami tersebut. Hal itu karena dinasnya tidak mempunyai peralatan untuk mengeruk sampah dan tanah yang ada di dasar telaga.

Pihaknya menilai, normalisasi dan kebersihan telaga sarangan menjadi kewenangan dinas pariwisata dan dinas lingkungan hidup magetan. Seperti diketahui, selain potensi di bidang pariwisata telaga sarangan juga berfungsi sebagai tapungan air yang digunakan untuk pengairan lahan pertanian dan sumber air bagi PDAM di magetan.

Pihaknya berhadarap segera ada tindakan lanjut OPD terkait sehingga telaga sarangan tidak masuk dalam ketegori tampungan kritis dan dapat berfungsi maksimal saat musim hujan dan musim kemarau.

Musim kemarau yg berkepanjangan tidak hanya membuat sawah-sawah di daerah magetan kering dan memaksa petaninya tidak bisa menggarap sawahnya, tetapi kemarau yang panjang  juga membuat debit air di Telaga Sarangan Magetan  surut alias gersang.

Tempat wisata kebanggaan warga Magetan ini yang biasanya ramai di kunjungi wisatawan dengan surutnya air telaga ini berdampak tingkat kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan menurun sampai 50 persen.

Sabtu dan Minggu biasanya menjadi puncak kunjungan wisatawan, tapi beberapa minggu di musim kemarau ini tingkat kunjungan wisatawan menurun drastis,” kata pemilik salah satu hotel kepada awak media.

Menurut pantauan kami, Aji yang langsung melihat lokasi wisata ini tampak terlihat hotel - hotel sepi, warung sebagian ada yang tutup, dan pemilik motor boot masih menyandarkan motor boot nya di pinggir karena belum ada yang sewa.

Menurut hasim, pemilik salah satu motor boat yang setiap hari berada setia di pinggir Telaga Sarangan ini, sebelum air Telaga Sarangan surut drastis seperti ini penyewa motor boatnya bisa sampai 15 orang dalam sehari, namun sekarang  ini dalam sehari hanya bisa mendapat tiga sampai lima orang penyewa  ujar Hasim.

0 komentar

Posting Komentar