Bupati Suprawoto Gagas Akan Bangun Sebuah Universtitas Negeri di Magetan



Bupati Magetan Suprawoto berencana membangun perguruan tinggi negeri di Magetan. Rencana ini diakui pernah dibicarakan saat Suprawoto menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo), era Presiden Susilo Yudhoyono (SBY).

"Dulu waktu Pak SBY Presiden saya pernah mengajukan dan beliau sangat mendukung, malah minta dipercepat, katanya pumpung masih ada waktu. Tapi karena saat itu kondisinya belum memungkinkan, rencana itu mundur,"kata Bupati Suprawoto didepan diaspora (warga Magetan yang berhasil didaerah lain) yang diundang di pendopo Surya Graha.

Ia optimis, era Presiden Jokowi ini rencana pendirian Universitas Negeri di Magetan juga bakal didukung, karena lembaga pendidikan tinggi ini sudah waktunya untuk Kabupaten Magetan.

"Ini teman teman Magetan yang di Jakarta setuju pendirian Universitas Negeri disini (Magetan), bahkan mau bersama sama menghadap Presiden Jokowi untuk mewujudkan lembaga pendidikan tinggi ini,"jelas Suprawoto.

Acara Membangun Magetan bersama Diaspora itu dihadiri ratusan nama kondang putra putri Magetan tidak saja dikenal di lereng Gunung Lawu, tapi nasional bahkan internasional. Ada sejumlah purna jenderal bintang tiga, pengusaha kapal tanker, pimpinan media nasional, dan sejumlah kontraktor.

Nama-nama undangan diaspora yang cukup dikenal itu, selain Agus Raharjo, Komjen purn Parni Parto, juga Zaim Uchrowi mantan Pimpinan Redaksi Koran Republika, setelah Parni Hadi yang juga putra Magetan, dan puluhan pengusaha lain.

Gagasan Bupati Suprawoto mendirikan Perguruan Tinggi Negeri di Magetan ini terinspirasi dari perjuangan Raja Jawa Sri Sultan Hamengku Buwono saat Pusat Pemerintahan RI berada di Yogyakarta mau dikembalikan ke Jakarta sekitar tahun 1949 lalu.

"Saya termotivasi dari Sri Sultan Hamengku Buwono, saat mendirikan Universitas Negeri Gajah Mada, ketika pusat pemerintahan akan dipindah kembali dari Yogyakarta ke Jakarta,"ujar Bupati Suprawoto.

Diungkapkan Suprawoto, waktu itu sesuai buku yang saya baca, Sri Sultan Hamengku Buwono sempat berpikir, kalau sampai pusat pemerintahan kembali ke Jakarta, praktis, Yogyakarta akan sepi. Karena itu, Raja Jawa ini punya gagasan medirikan perguruan tinggi negeri di Yogyakarta.

"Bahkan Sri Sultan Hamengku Buwono merelakan tanahnya di Siti Hinggil lingkungan keraton dijadikan Kampus perguruan tinggi yang sekarang dikenal sebagai UGM, benar orang dari daerah luar Yogyakarta ramai ramai sekolah di UGM ini,"ujar Bupati Suprawoto.

Ditambahkan Suprawoto, seperti Yogyakarta, kalau sampai Magetan punya Universitas Negeri, orang dari daerah lain dipastikan berdatangan untuk menuntut ilmu diperguruan tinggi negeri Magetan.

"Kita tidak akan bangun Universitas Negeri, tapi juga layanan umum lain, untuk memenuhi kebutuhan warga Magetan. Makanya saya sambut kalau ada guru dan tenaga kesehatan yang bersedia kembali ke Magetan, kalau perlu kita jemput kepindahan itu,"pungkas Suprawoto.


Sumber:trimbunnews.com

0 komentar

Posting Komentar