Perayaan Suran Agung, Para Pendekar di Larang Masuk Madiun


Magetan.com - Suran Agung - Polres Madiun Kota tetap bersikukuh melarang kegiatan nyekar 1 Suro maupun Suran Agung tahun ini. Bahkan Polres akan menyiagakan personil keamanan di perbatasan masuk Kota Madiun. Tidak hanya itu, petugas akan menghalau massa atau rombongan dari kedua pihak jika masuk ke Kota Madiun.

Sebanyak 1200 personil keamanan yang terdiri dari TNI-Polri maupun instansi terkait akan mengamankan Operasi Aman Suro 2018. Untuk peringatan Bulan Suro tahun ini, Polres Madiun Kota telah mengambil kesepakatan bersama dengan Persaudaraan Setia Hati Terate maupun Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda untuk tidak mengerahkan massa. Hal ini berkaitan dengan nyekar 1 Suro serta Suran Agung untuk ditiadakan tahun ini.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, menegaskan personil pengamanan akan disiagakan di perbatasan masuk Kota Madiun. "Jika massa kedua perguruan pencak silat hendak masuk Kota Madiun saat 1 Suro maupun Suran Agung, petugas akan menghalau massa untuk kembali ke daerah masing-masing. Petugas juga akan memetakan titik-titik rawan," kata Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pencak Silat Madiun, Moerjoko mengatakan, dari Paguyuban Pencak Silat Madiun telah sepakat dengan keputusan dari pihak keamanan. "Untuk itu, pihaknya mengajak kepada seluruh warga pencak silat untuk menghormati kesepakatan tersebut," kata Ketua Paguyuban Pencak Silat Madiun, Moerjoko.

Kegiatan nyekar 1 Suro dan Suran Agung yang setiap tahun dilaksanakan 2 perguruan pencak silat terbesar di Madiun untuk tahun ini ditiadakan. Alasannya, tahun ini masuk dalam tahun politik dan dikhawatirkan akan terjadi kerusuhan dari kedua belah pihak.

0 komentar

Posting Komentar