Asal Usul Kota Magetan Yang Perlu Kamu Tahu


Asal- Usul Kota Magetan - Kota Magetan  yang terdiri dari 18 kec. dan 223 kelurahan (Kecamatan dan kelurahan di Magetan) dengan luas wilayah 688,85 km2 dimana sisi barat berbatasan dengan Karanganyar yang notabenya memasuki wilayah Jawa Tengah, sebelah utara berbatasan dengan Ngawi, sebelah timur dengan Madiun dan Ponorogo, sebelah utara dengan Wonogiri (Jateng). Magetan memiliki potensi wisata yang sangat bagus karena lokasi Kabupaten Magetan sendiri berada di kaki Gunung Lawu secara tidak langsung memilki hanya sejuk dan pemadangan yang mempesona, Magetan sendiri juga memiliki julukan ''Kota Kaki Gunung".

 Kabupatean Magetan memiliki beberapa potensi usaha yang sudah dikenal masyarakat Jawa Timur khususnya dimana Magetan memiliki Sentra perkebunan Pamelo yang berlokasi di Tamanan, kerajinan kulit di jl.Sawo, kerajinan anyaman bambu di Ringin agung, sentra batik di Sidomukti, dan inustri genteng di Winong dan masih banyak lagi pontensi yang terus dikembangkan oleh Pemda Magetan untuk kesejahteraan warga Magetan.

Wisata unggulan Magetan adalah Telaga Sarangan dimana lokasi berada di paling barat Magetan tepatnya di Plaosan, Sarangan di kaki gunung lawu dengan ketinggian 1000Mdpl.

Setelah kamu mengetahui sedikit tentang Magetan kamu juga perlu mengetahui hal penting dimana histori terbentuknya Kabupaten Magetan.

Tidak dipungkiri terbentuknya Kota Magetan ada sangkut pautnya dengan Kerajaan Zaman dahulu dan peperangan oleh kompeni yang dikenal dengan VOC. Jika Ponorogo ada kaitanya denga Kerajaan Demak dan kemudian diutus Bentoro Kantong ke wilayah Wengker dan dibentuknya nama baru di wilayah tersebut dengan nama Pramono Rogo dan sampai saat ini familiar dengan Ponorogo.

Magetan sendiri juga tidak luput dengan sejarah zaman dahulu di masa Kerajaan yang memimpin di wilayah barat yaitu Solo, Yogya dan sekitarnya dan Magetan sendiri masuk wilayah timur karena berada di timur Gunung Lawu, perlu kamu tahu jalan karanganyar-magetan adalah lalulintas orang-orang hebat zaman dahulu karena tempat semedi dan membuka kadipaten di wilayah timur melakukan perjalanan menyusuri gunung lawu.



Cerita perihal meredupnya kerajaan adikuasa yaitu Mataram yang dipimpin oleh Sulta Agung Hanyokrokusumo dimana sang raja sangat luar biasa melawan VOC yang mencoba mengambil alih siklus perdagangan di daerah barat khususnya Solo-Tuban, namun setelah meninggalnya sang raja pada tahun 1645 Mataram berubah total yang tadinya menggila melawan VOC akan tetapi redup saat di pimpin oleh Sultan Amangkurat 1 pada masa 1646-16677.

Pada tahun 1646 sang raja Sultan Amangkurat 1 melakukan sebuah perjanjian dengan Kompeni dimana dalam perjajian tersebut dimana VOC bisa berdagang dimana saja dan bisa leluasa melakukan aktifitas di daerah Mataram sehingga VOC makin hari makin kuat area jajahan dan pertahannya serta di titip tertentu area perdagangan di kuasa VOC. Yang lebih fatal Mataram tidak diperbolehkan melakukan pelayaran ke timur yaitu Ambol dan Ternate baik itu hanya sekedar silaturohim karena dua Kota ini menjadi distrik VOC zaman dahulu.

Karena keputusan sang Raja membuat perjanjian tersebut mengakibatkan goyangnya perekenomian dan menyebabkan pandangan yang kurang baik terhadap kolega kerajaan yang menjadi wilayah kekuasaan Mataram secara bertahap melepaskan diri semisal Panggeran Giri yang berkuasan di sisi Utara Pulau Jawa, dan  panggeran asal Madura yang bernama Trunojoyo juga kecewa tas sikap sang Raja Mataram dan titik panasnya kerajaan kecil yang mulai tidak suka dengan Mataram melakukan agresi (memberontak) kepada Mataharam pada tahun 1674.


Dari pemberotakan yang dilakukan oleh kerajaan utara dn timur ini mengakibatkan ratusan orang menjadi korban dalam peperangan, suasana makin genting di dalam kerajaan Mataram kala itu, kerabat keraton yang bernama Basah Bibit dan Patih Mataram yang bernama Panggeran Nrang Kususmo di tuduh bersekutu  dengan para Ulama dan menentang kebijakan Sulatan Amangkurat 1. Dari peristiwa ini Basah Gondokusumo diasingkan ke semarang dan sang Patih memilih untuk bersemedi di sisi timur yaitu Gunung Lawu, jabatan Patih Nrang Kusumo digantikan oleh adiknya yaitu Nrang Boyo II.

Singkat cerita karena dituduh bekerja sama dengan para Ulama dan panggerna timur Basah Gondokusumo diasingkan ke Semarang dikediaman Kakeknya dan dari sini awal cerita bahwasanya Basah Gondokusumo mendapatkan wasiat dari kakeknya untuk mengasingkan diri ke wilayah timur yaitu sisi timur Gunung Lawu tepatnya ia Magetan yang sekarang. Mereka Basah Suryaningrata mendengar berita disisi timur lagi diadakan babt hutan yang dipimpin oleh Ki Buyut Suro (Ki Ageng Getas), pembabatan hutan ini atas dasar perintah Ki Ageng Mageti ini awal mula Magetan ada.

Karena mereka berdua adalah orang asing di wilayah timur dan pengasingan mereka ke wilayah Magetan serta bertemu dengan Ki Buyut Suro, mereka meminta tempat tinggal , Ki Buyut Suro langsung bicara kepada mereka agar menemui Ki Ageng Mageti, tanpa bosa basi mereka langsung menemui Ki Ageng Mageti di kediamaanya di Dukuh Gandong Kidul yang sekarang Alun-Alun Magetan.


Dari pembicaraan mereka Ki Ageng Mageti memberikan sebidang tanah di area Tambran kalo sekarang tepatnya ia Pasar Baru Magetan. Pertemuan mereka ini sangat krusial karena Bayah Sunyaningrat dan Basah Gondokusumo dalam hal ini orang baru dan meminta tanah di area Magetan, Ki Ageng Mageti memberikan pertanyaan banyak dari hal ini Ki Ageng Mageti sadar bahwsanya Basah Suryaningrat adalah sesepuh Mataram makanya diberikan sebidang tanah di area Tambran.

Awal dan muasal Kota Magetan dari sini, Basah Suryaningrat dan cucunya Basah Gondokusumo mendpatkan tanah dari Ki Ageng Mageti mengetahui bahwa mereka adalah kerabata keraton dan akhirnya Ki Ageng Mageti memberikan seluruh tanah yang ada di Magetan untuk menghormati serta kesetiaannya terhadap Mataram. Dengan menerima tanah dari Ki Ageng Mageti sesepuh Mataram yaitu Basah Suryaningrat langsung mewisuda cucunya Basah Gondokusumo menjadi penguasa Magetan yang baru dengan gelar Yosonegoro dan kemudian dikenal dengan Bupati Yosonegoro, pertitiwa awal mula pemerintahan Magetan ini terjadi pada tahun 12 Oktober 1675. Karena Suryaningrat mendapatkan persembahan tanah yang sangat luas dari Ki Ageng Mageti oleh karena itu wilayah ini diberikan nama ''MAGETAN''.


Demikian kisah asal muasal Kota Magetan tercinta, bagi warga Magetan sejarah seperti ini kita harus tahu agar bisa memotivasi diri dan mengenang para Pejuang, Ulama, yang telah berjuang demi Magetan.

1 komentar:

  1. Terima kasih informasinya, jadi tahu lebih dalam tentang Magetan

    BalasHapus